Rahasia Lele Tanpa Bau Lumpur, Kunci Pemuda Banyuwangi Raup Cuan Ratusan Juta
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat mencoba memberi makan lele di kolam milik Yogi. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

Rahasia Lele Tanpa Bau Lumpur, Kunci Pemuda Banyuwangi Raup Cuan Ratusan Juta

Siapa sangka, dari kolam lele di desa, seorang pemuda Banyuwangi mampu meraup omset hingga ratusan juta rupiah. Kuncinya bukan sekadar budidaya biasa, melainkan teknik air jernih yang membuat lele bebas bau lumpur dan lebih diminati pasar.

TIMES Banyuwangi,Jumat 1 Mei 2026, 14:59 WIB
4.4K
M
Muhamad Ikromil Aufa

BanyuwangiSiapa sangka, dari kolam lele di desa, seorang pemuda Banyuwangi mampu meraup omset hingga ratusan juta rupiah. Kuncinya bukan sekadar budidaya biasa, melainkan teknik air jernih yang membuat lele bebas bau lumpur dan lebih diminati pasar.

Ya, dia adalah Yogi Deri Hendrawan (31), warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, yang sukses mengembangkan budidaya lele dengan metode tersebut. Berbekal ilmu dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Yogi mulai merintis usahanya sejak 2018.

Awalnya, ia hanya memiliki tiga kolam berukuran 2 x 5 meter. Namun dengan ketekunan dan dukungan keluarga, usahanya terus berkembang.

Bahkan, ia juga sempat mendapatkan bantuan kolam dari Dinas Perikanan Banyuwangi. Kini, Yogi telah memiliki sekitar 50 kolam yang tersebar di tiga lokasi berbeda.

“Saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapat saat kuliah. Alhamdulillah didukung penuh oleh orang tua, bahkan sejak awal memulai usaha saya juga dibantu ayah,” kata Yogi, Jumat (1/5/2026).

Keunggulan utama budidaya Yogi terletak pada konsistensinya menerapkan sistem air jernih. Ia rutin mengganti air kolam dua kali sehari untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan budidaya. Cara ini terbukti mampu menekan risiko penyakit pada ikan.

article
Potret lele di kolam air jernih milik Yogi. (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)

Tak hanya itu, Yogi juga disiplin dalam pemberian pakan. Ia menggunakan pakan khusus tanpa campuran, sehingga pertumbuhan ikan lebih terkontrol dan hasil panen tetap stabil.

Hasilnya, lele yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dibandingkan metode konvensional. Dagingnya tidak berbau lumpur dan memiliki cita rasa yang lebih disukai konsumen.

“Kualitas lele kami lebih unggul. Tidak berbau lumpur dan rasanya lebih enak, sehingga permintaan pasar terus meningkat,” jelasnya.

Dari usaha tersebut, Yogi kini mampu memanen lele setiap hari dengan hasil rata-rata 6 kuintal hingga 1 ton. Produksi itu sebagian besar masih untuk memenuhi kebutuhan wilayah Banyuwangi selatan.

“Permintaan terus ada. InsyaAllah ke depan kami akan menambah kolam lagi agar bisa memperluas pasar,” cetusnya.

Yogi mengaku memilih budidaya lele karena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan jenis ikan lainnya. Selain masa panen yang relatif cepat, harga lele juga terjangkau dengan permintaan pasar yang tinggi.

Keberhasilan Yogi pun mendapat apresiasi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang saat itu mengunjungi lokasi budidayanya dalam program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Menurut Ipuk, apa yang dilakukan Yogi bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani terjun ke sektor pertanian dan perikanan.

“Mas Yogi membuktikan bahwa dengan budidaya lele bisa sukses hingga beromset ratusan juta rupiah. Anak muda tidak perlu ragu untuk terjun ke sektor ini karena potensinya sangat besar,” ujar Ipuk.

Pemkab Banyuwangi sendiri terus mendorong lahirnya wirausaha muda di sektor pertanian, peternakan, hingga perikanan melalui berbagai program, salah satunya Jagoan Tani.

Program ini menghadirkan pendampingan, mentor, hingga stimulus modal usaha agar anak muda mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhamad Ikromil Aufa
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.