Sepekan Ramadan, Harga Sembako di Banyuwangi Terkendali Meski Ada Kenaikan
TIMES Banyuwangi/Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat memantau harga di pasar tradisional. (FOTO: Humas Pemkab for TIMES Indonesia)

Sepekan Ramadan, Harga Sembako di Banyuwangi Terkendali Meski Ada Kenaikan

Pemkab Banyuwangi bersama Forkopimda memantau harga sembako di Pasar Blambangan. Sejumlah komoditas naik, namun pemerintah memastikan stabilitas pasokan selama Ramadan tetap terjaga.

TIMES Banyuwangi,Rabu 25 Februari 2026, 16:20 WIB
559
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGIMemasuki satu pekan Ramadan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke pasar tradisional guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga.

Pemantauan dilakukan di Pasar Blambangan, Rabu (25/2/2026). Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, hadir bersama Kapolresta Banyuwangi Rofiq Ripto Himawan, Kepala Bank Indonesia Jember Iqbal Reza Nugraha, Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari, serta perwakilan TNI AD dan TNI AL.

“Kami mengecek agar stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di pasaran, karena selama Ramadan biasanya mengalami kenaikan,” ujar Ipuk di sela peninjauan.

Sejumlah Komoditas Naik

Hasil pemantauan menunjukkan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Telur ayam kini berada di kisaran Rp31.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp27.000–28.000.

Daging sapi naik dari Rp125.000 menjadi Rp145.000 per kilogram, sementara daging ayam meningkat dari Rp30.000 menjadi Rp36.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga cabai yang sempat menyentuh Rp130.000 per kilogram kini turun menjadi Rp98.000. Bawang merah tercatat naik ke kisaran Rp45.000–48.000 per kilogram.

Adapun kebutuhan pokok lainnya relatif stabil, seperti gula pasir Rp17.000 per kilogram, minyak goreng Rp17.500–19.500 per liter, bawang putih Rp30.000–35.000 per kilogram, beras premium Rp74.500 per 5 kilogram, dan beras medium Rp68.500 per 5 kilogram.

Operasi Pasar dan Pengawasan Distribusi

Ipuk menegaskan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau dinamika harga. Salah satu langkah konkret adalah menggelar pasar murah secara masif sejak awal Ramadan di seluruh kecamatan.

“Untuk mengendalikan harga, kami bersama stakeholder terus menggelar pasar murah secara merata. Silakan masyarakat memanfaatkan,” tegasnya.

Iqbal Reza Nugraha menilai kenaikan harga masih dalam batas wajar dan belum berpotensi memicu inflasi. Meski demikian, koordinasi lintas sektor terus diperkuat.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi memastikan belum ditemukan indikasi penimbunan bahan pokok. Pihaknya berkomitmen menjaga kelancaran distribusi selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Dengan pemantauan rutin, operasi pasar, serta pengawasan distribusi, Pemkab Banyuwangi optimistis stabilitas harga dan ketersediaan sembako selama Ramadan tetap terkendali sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.