Gus Munib Targetkan Koppontren Ausath Blokagung Banyuwangi Punya 4 Unit Usaha Baru di 2026
Ketua Koperasi Pondok Pesantren Atas Usaha Thullab (Koppontren Ausath), KH Ahmad Munib Syafa’at, Lc, M.EI., bidik target besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Banyuwangi – Ketua Koperasi Pondok Pesantren Atas Usaha Thullab (Koppontren Ausath), KH Ahmad Munib Syafa’at, Lc, M.EI., bidik target besar dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren. Pria yang akrab disapa Gus Munib ini memproyeksikan kehadiran 4 unit usaha baru yang siap beroperasi pada tahun 2026 ini.
Target tersebut disampaikan langsung pada saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun tutup buku 2025 Koppontren Ausath di Auditorium KH. Mukhtar Syafa'at Ponpes Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, pada Selasa (28/4/2026).
Gus Munib mengungkapkan, pihaknya tengah merencanakan peluncuran 4 unit usaha baru di bawah naungan Koppontren Ausath Blokagung pada tahun 2026. Ekspansi bisnis tersebut akan menyasar sejumlah sektor strategis, mulai dari bidang kesehatan, percetakan Offset, hingga produksi air minum kemasan.
"Yang terbaru kita mau buat apotek, toko optik, yang nanti bakal di bawah pengelolaan Klinik Assyifa Darussalam, kemudian tempat percetakan hingga produksi air mineral kemasan, itu rencananya," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Usaha Milik Pesantren itu.
Melalui rencana penambahan empat unit usaha baru ini, Gus Munib berharap, Koperasi pesantren Blokagung yang telah berdiri selama 22 tahun, semakin memperkokoh kemandirian ekonomi. Dirinya juga menegaskan, bahwa sudah saatnya pesantren tidak lagi sekadar bergantung pada bantuan, melainkan bertransformasi menjadi lembaga dengan ekonomi mandiri yang mampu membiayai operasionalnya sendiri.
"Karena memang dari dulu pesantren itu adalah lembaga pendidikan yang pendiriannya juga atas kesadaran, keikhlasan dan perjuangan," ujar Rektor Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung, Banyuwangi, tersebut.
Hingga kini, Koppontren Ausath Blokagung telah mengelola sedikitnya 17 unit usaha yang bergerak di berbagai sektor. Mulai dari layanan finansial melalui Unit Simpan Pinjam Pola Syariah (USPPS), sektor manufaktur seperti konveksi dan bakery, hingga layanan jasa seperti percetakan banner, transportasi, serta jaringan ritel melalui Ausath Mart dan unit sembako.
Agenda RAT Koppontren Ausath Blokagung ini turut dihadiri oleh jajaran pengasuh pesantren, di antaranya KH Muhammad Hasyim Syafa'at dan KH Dr. Abdul Kholiq Syafaat. Hadir pula perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Banyuwangi, Muhammad Nurudin.
Melalui momentum RAT tutup buku 2025 ini, Gus Munib kembali menegaskan bahwa, Koppontren Ausath tidak hanya berfokus pada pencapaian profit. Lebih dari itu, koperasi milik Pondok Pesantren terbesar di Banyuwangi ini dibentuk juga sebagai wadah inkubasi bagi para santri serta alumni untuk mengasah jiwa kewirausahaan.
"Harapanya nanti kolaborasi mereka bisa menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif, semangat, dan menjadi pengalaman khususnya bagi santri ketika dia pulang bisa menjadi modal usaha mereka," tandasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

