Banyuwangi Genjot Tanam Padi, Amankan Produksi Jelang Kemarau Panjang
Tanam padi serentak di Banyuwangi. (FOTO: Dokumentasi TIMES Indonesia)

Banyuwangi Genjot Tanam Padi, Amankan Produksi Jelang Kemarau Panjang

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menggenjot penanaman padi di seluruh wilayah.

TIMES Banyuwangi,Sabtu 25 April 2026, 13:48 WIB
584
M
Muhamad Ikromil Aufa

BANYUWANGIPemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kembali menggenjot penanaman padi di seluruh wilayah. Hal ini untuk antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan bahwa gerakan tanaman serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian yang digelar serentak di Jawa Timur pada Kamis (23/4/2026).

“Ini salah satu antisipasi menghadapi musim kemarau panjang dengan melakukan percepatan musim tanam sebelum puncak kemarau panjang,” kata Ipuk, Sabtu (25/4/2026).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, menyebut bahwa di Banyuwangi, aksi tanam padi bersama dipusatkan di lahan Kelompok Tani (Poktan) Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, dengan luasan 2,5 hektare.

“Secara keseluruhan, luas penanaman serentak di wilayah Banyuwangi pada periode ini mencapai 672 hektare,” ungkapnya.

Upaya ini dilakukan untuk mendukung percepatan target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur yang saat ini tercatat berada di angka 46,16 persen atau setara dengan 173.320 hektare.

Danang menjelaskan, percepatan tanam dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir April.

“Kami telah mengirimkan surat edaran kepada para kelompok tani agar mempercepat masa tanam. Sebab, ketersediaan air saat ini masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan awal padi sebelum debit air menyusut akibat kemarau,” jelasnya.

Imbauan itu merespons rilis prediksi musim kemarau 2026 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Surat Menteri Pertanian RI Nomor B-73/TI.050/M/03/2026 dalam rangka mengantisipasi dampak musim kemarau.

“Kami mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pertanaman (standing crops) dan ketersediaan sumber air di masing-masing wilayah,” tutup Danang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Muhamad Ikromil Aufa
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.