Pemkab Bantul Rilis Prognosa Stok dan Kebutuhan Pangan Pokok untuk Maret 2025
Plt Kepala Dinas UKMKPP Bantul Fenty Yusdayati (foto istimewa)

Pemkab Bantul Rilis Prognosa Stok dan Kebutuhan Pangan Pokok untuk Maret 2025

Pemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) merilis prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok untuk periode Maret 2025.

TIMES Banyuwangi,Kamis 13 Maret 2025, 13:03 WIB
304.3K
E
Edy Setyawan

BANTULPemerintah Kabupaten Bantul (Pemkab Bantul) merilis prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok untuk periode Maret 2025. Berdasarkan data yang dihimpun, sejumlah komoditas utama masih mencukupi kebutuhan masyarakat dengan neraca pangan yang surplus.

Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMPP) Bantul, Fenty Yusdayati, menyampaikan bahwa beras menjadi komoditas dengan ketersediaan tertinggi, mencapai 19.495 ton, sementara kebutuhan masyarakat tercatat 9.281 ton, sehingga terdapat surplus 10.214 ton. 

Komoditas lain yang juga mengalami surplus adalah jagung (1.395 ton), kedelai (1.847 ton), bawang merah (600 ton), dan telur ayam (1.372 ton).

"Secara umum, kondisi ketersediaan pangan pokok di Bantul masih dalam kategori aman. Beberapa komoditas bahkan mengalami surplus yang cukup signifikan," ujar Fenty Yusdayati, Kamis (13/3/2025). 

Untuk komoditas hortikultura, cabai rawit memiliki ketersediaan 263 ton dengan kebutuhan 223 ton, menghasilkan surplus 39 ton. Sementara cabai besar mencatatkan ketersediaan 189 ton dengan kebutuhan 157 ton, sehingga terdapat kelebihan 33 ton.

Di sektor protein hewani, daging sapi tersedia sebanyak 502 ton dengan kebutuhan 242 ton, menciptakan surplus 261 ton. Daging ayam dan telur ayam juga dalam kondisi surplus, masing-masing 925 ton dan 1.372 ton.

Fenty menambahkan bahwa harga rata-rata di tingkat pedagang eceran pada minggu keempat Februari 2025 menunjukkan bahwa beras dijual seharga Rp13.441 per kg, cabai rawit Rp84.676 per kg, daging sapi Rp135.469 per kg, dan telur ayam Rp29.618 per kg.

Menurutnya, data prognosa ini dihimpun dari berbagai sumber, termasuk data produksi dari bidang teknis terkait, angka konsumsi berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS, serta metode perhitungan yang mengacu pada Badan Pangan Nasional Republik Indonesia.

"Prognosa ini bersifat proyeksi berdasarkan tren data tahun sebelumnya serta basis perhitungan periodik bulanan," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Edy Setyawan
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.