Ekonomi

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia Asal Banyuwangi Ditunda

Jumat, 16 Juli 2021 - 16:58
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia Asal Banyuwangi Ditunda Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia  (BP2MI) Banyuwangi, Muhammad Iqbal. (Foto: Hafid Nurhabibi/ TIMES Indonesia).

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Pemberangkatan kerja ribuan Pekerja Migran Indonesia atau PMI yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi, terpaksa ditunda.

Hal tersebut dilatar belakangi meningkatnya kasus masyarakat terkonfirmasi Covid-19, dan memicu sejumlah negara penempatan kerja PMI menilai penanganan kasus Covid-19 di Indonesia belum maksimal.

"Sekitar 4000 an orang calon PMI asal Banyuwangi yang tidak bisa berangkat. Beberapa negara potensial yang menjadi tujuan rakyat kita itu menutup diri. contohnya Singapura, Malaysia, Taiwan, menyusul juga yaitu Hongkong yang menjadi negara destinasi utama masyarakat Banyuwangi juga menutup diri," kata Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia  (BP2MI) Banyuwangi, Muhammad Iqbal, Jumat (15/7/2021).

Tak hanya itu, sejumlah majikan dari negara yang dituju, juga telah membatalkan kontrak kerja dengan pekerja migran asal Bumi Blambangan yang disebabkan melemahnya kondisi ekonomi di negara tersebut.

"Mereka yang sudah selesai pelatihan dan siap berangkat, terpaksa menunda karena adanya pembatalan. Ada juga yang sedang menempuh masa pelatihan tapi dalam posisi terhambat akibat adanya klausul PPKM sehingga kegiatan pelatihan tidak bisa dilanjutkan," ujarnya.

Menyikapi hal ini, UPT BP2MI Banyuwangi terus melakukan langkah terbaik untuk para pekerja migran, seperti pelaksanaan vaksinasi bagi pekerja migran secara menyeluruh.

"Kami BP2MI tentu berusaha meyakinkan dunia Internasional ya, supaya membuka kembali. Salah satunya adalah program vaksinasi bagi tenaga kerja migran, kita ingin mereka divaksin," pungkasnya.

Lebih dari itu, BP2MI juga mulai mempersiapkan beberapa konter pra kerja untuk para pekerja migran yang terdampak pandemi atau gagal berangkat, seluruh wilayah kerja termasuk di Banyuwangi akan disediakan.

"Saat ini kami masih menunggu instruksi lebih lanjut, kita sudah siap, kalau misal ini diluncurkan lebih cepat, kita akan segera bergerak. Karena kita tahu dampak dari pandemi ini cukup membuat ekonomi Pekerja Migran Indonesia atau PMI ini melemah," kata Kepala UPT Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Banyuwangi. (*)

Pewarta : Hafid Nurhabibi (MG-311)
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.