https://banyuwangi.times.co.id/
Berita

Sering Dibully, Siswa SD di Banyuwangi Gantung Diri

Kamis, 02 Maret 2023 - 22:16
Sering Dibully, Siswa SD di Banyuwangi Gantung Diri Tali yang dijadikan gantung diri siswa kelas 4 SD di Banyuwangi. (Foto: Ahmad Sahroni/ TIMES Indonesia)

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGISiswa SD di Banyuwangi ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumah yang berada di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.

Bocah yang diketahui bernama MR (11) itu, tergantung dengan seutas tali plastik yang terikat pada ruangan dapur rumahnya. Peristiwa tragis tersebut tentu membuat geger warga sekitar dan membuat mereka bertanya-bertanya mengenai penyebab peristiwa nahas itu.

Kapolsek Pesanggaran, AKP Basori Alwi menbenarkan adanya penemuan siswa SD di Banyuwangi dalam keadaan memilukan tersebut.

"Saat ditemukan kondisinya masih berdenyut sayangnya, saat perjalanan ke klinik terdekat, korban sudah meninggal," kata AKP Basori Alwi, Kamis (02/03/2023).

AKP Basori menjelaskan, dari keterangan saksi, korban sering kali menangis saat pulang dari sekolah. MR mengaku sering diolok-olok karena tidak memiliki ayah. Selain itu, korban pun kerap dicemooh karena dianggap berasal dari keluarga dengan ekonomi kurang beruntung.

"Diduga korban minder akibat selalu dibully. Akhirnya nekat gantung diri," imbuhnya.

Kapolsek Pesanggaran mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Wasiah (50) seusai pulang dari sawah. Saat dipanggil korban tidak menjawab, kemudian sang ibu pun bergegas mencari ke rumah bagian belakang. Betapa terkejutnya ia saat memasuki ruang dapur yang melihat korban sudah tergantung, sontak ia berteriak histeris meminta tolong.

Tak selang berapa lama, saudara korban datang dan membantu Wasiah menurunkan tubuh korban. Saat diturunkan, nadi korban masih berdenyut, namun nahas saat dibawa ke klinik terdekat, korban sudah tidak bernyawa.

"Nyawanya tidak tertolong saat tiba di klinik," jelas AKP Basori Alwi.

Keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Usai diperiksa medis, pihak keluarga membawa pulang korban untuk selanjutnya dapat dengan segera di semayamkan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno mengungkapkan rasa prihatin atas terjadinya peristiwa yang menyedihkan tersebut. Pihaknya melakukan penelusuran ke sekolah korban saat itu juga. Menurut keterangan guru dan teman sekolahnya, korban termasuk anak aktif dan disayang oleh para guru.

"Pengakuan guru dan teman-temannya, tidak ada pembulian terhadap korban di sekolah. Dia termasuk anak aktif dan disayang gurunya," ungkap Kadispendik Banyuwangi, Suratno.

Dispendik Banyuwangi, langsung mengambil tindakan untuk mencegah aksi perundungan di sekolah. Dinas Pendidikan, akan terus mengevaluasi dan mengoptimalkan peran sekolah untuk menjadi tempat merubah karakter anak didik agar semakin inklusif. Dengan mengoptimalkan peran satuan tugas anti perundungan dan kekerasan anak di sekolah yang telah dibentuk sebelumnya.

"Kami kuatkan kembali satgas anti perundungan dan kekerasan di sekolah dengan melibatkan banyak pihak," pungkasnya menanggapi kejadian yang menimpa siswa SD di Banyuwangi tersebut. (*)

 

Catatan Redaksi: 

Berita di atas tidak ditujukan untuk menginspirasi siapapun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke psikolog, psikiater, klinik kesehatan mental atau pihak-pihak yang dapat membantu lainnya. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.