Berita

Operasi Pasar Murah Solusi Cerah bagi Masyarakat Banyuwangi

Rabu, 21 Februari 2024 - 19:07
Angin Segar Bagi Masyarakat Banyuwangi di Tengah Meroketnya Harga Beras Suasana antrean warga saat operasi pasar murah di depan Gedung Juang 45 Banyuwangi. (Foto : Pemkab Banyuwangi For TIMES Indonesia)

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Di tengah gelombang kenaikan harga beras yang melanda berbagai daerah di Indonesia,  masyarakat Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menemukan angin segar melalui operasi pasar murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah setempat bekerja sama dengan Perum Bulog. Operasi pasar ini menjadi penyelamat, menjaga stabilitas harga pangan dalam kawasan tersebut.

Pemerintah Banyuwangi menyelenggarakan operasi pasar murah secara bertahap di 25 kecamatan di wilayahnya. Setiap harinya, pemerintah menyalurkan 10 ton beras medium melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pada hari Rabu, 21 Februari 2024, operasi pasar murah diadakan di dua lokasi, yaitu di depan Gedung Juang 45 Banyuwangi dan Pasar Sempu. Bupati Ipuk Fiestiandani turut melakukan peninjauan di Pasar Banyuwangi, di mana tersedia 3,5 ton beras, 400 kg gula pasir, 200 liter minyak, dan 40 kg tepung terigu dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Dalam operasi pasar tersebut, beras kualitas medium dijual dengan harga Rp.51.000 per kemasan 5 kilogram, atau sekitar Rp.10.200 per kilogram. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar saat itu yang mencapai Rp.16.400 per kilogram.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik inisiatif kolaboratif antara Bulog dan Pemerintah setempat dalam menghadapi kenaikan harga beras. Dia berharap operasi pasar murah ini dapat membantu warga memperoleh beras dengan harga terjangkau di tengah kondisi sulit.

Selain beras, bahan pokok lainnya juga dijual dengan harga murah, seperti minyak goreng Rp.14.000 per kilogram, gula pasir Rp.15.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp.10.000 per kilogram.

Ipuk menjelaskan bahwa kenaikan harga beras tidak hanya terjadi di Banyuwangi tetapi juga di seluruh Indonesia. Penyebabnya antara lain adalah mundurnya jadwal tanam padi akibat dampak dari fenomena El Nino, yang berdampak pada penundaan musim panen.

"Pada bulan Maret, sebagian petani diharapkan sudah mulai panen. Dengan demikian, diharapkan harga beras akan turun seiring dengan panen petani," ungkap Ipuk.

Pimpinan Kantor Cabang Bulog Banyuwangi, Harisun, menjelaskan bahwa selain 10 ton beras yang disalurkan setiap hari untuk operasi pasar, Bulog juga menyuplai beras ke pasar-pasar tradisional. Stok beras di Gudang Bulog Banyuwangi mencapai 5.500 ton dan masih akan bertambah, cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga bulan ke depan.

Total beras yang disalurkan sejak Januari hingga saat ini mencapai sekitar 1.100 ton, menunjukkan komitmen Bulog dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di Banyuwangi.

Operasi pasar murah menjadi langkah nyata pemerintah untuk merespons cepat tantangan kenaikan harga pangan, memberikan solusi bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka dengan harga yang terjangkau, serta menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di tingkat lokal.(*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.