TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Peran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi kian meluas.
Tak sebatas memadamkan api, instansi itu juga menjadi garda terdepan dalam berbagai aksi penyelamatan non-kebakaran yang jumlahnya terus meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan data Damkarmat Banyuwangi, sepanjang 2025 terdapat 724 kejadian penyelamatan non-kebakaran yang berhasil ditangani. Angka tersebut, menjadi yang tertinggi sejak 2021 dan menunjukkan lonjakan tajam dari tahun ke tahun.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Yopi Bayu Irawan, mengatakan bahwa tren peningkatan penyelamatan non-kebakaran sudah terlihat sejak beberapa tahun lalu.
“Pada tahun 2021, tercatat 17 kejadian, dengan penyelamatan hewan mendominasi diikuti oleh penanganan bencana alam,” kata Yopi, Selasa (6/1/2026).
Memasuki 2022, jumlah kasus meningkat menjadi 64 kejadian. Menurut Yopi, jenis kejadian yang ditangani masih didominasi penyelamatan hewan, diikuti oleh penyelamatan manusia dan penanganan bencana.
Lonjakan kembali terjadi pada 2023 dengan total 209 kejadian penyelamatan, mencakup penyelamatan hewan, bencana alam, penyelamatan harta benda, hingga penyelamatan manusia.
Memasuki 2024, beban tugas Damkarmat Banyuwangi kian bertambah. Sepanjang tahun tersebut, tercatat 449 kasus penyelamatan non-kebakaran, dengan pola yang relatif sama dengan penyelamatan hewan menjadi yang paling banyak ditangani, diikuti bencana, harta benda, dan manusia.
Puncaknya terjadi pada 2025. Damkarmat Banyuwangi mencatat 724 kejadian, di mana penyelematan hewan kembali mendominasi, disusul penanganan bencana, penyelamatan manusia, dan penyelamatan harta benda.
Damkarmat Banyuwangi akan terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan petugas untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Selain itu, Yopi juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak ragu melapor apabila terjadi kondisi darurat.
“Kami menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian yang memerlukan bantuan penyelamatan melalui Call Center Damkarmat,” tutur Yopi. (*)
| Pewarta | : Muhamad Ikromil Aufa |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |