TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Riuh tawa dan semangat cilik mewarnai Jalan Jenderal A. Yani, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Minggu, (31/8/2025). Puluhan anak-anak usia dini dari jenjang PAUD hingga TK A dan B berbaris rapi di depan Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi.
Ya. mereka adalah peserta Duathlon Kids, sebuah ajang olahraga yang menggabungkan bersepeda dan lari, yang digelar sebagai upaya inovatif Banyuwangi untuk menggali potensi atlet sejak dini.
Suasana semakin meriah saat Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, hadir di tengah keramaian. Dengan senyum hangat, orang nomor satu di Bumi Blambangan ini memegang bendera start, bersiap mengawali kompetisi.
Peserta duathlon kids berlari saat melewati rintangan. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
“Satu, dua, tiga!,” seru panitia yang diikuti lambaian bendera start oleh Bupati Ipuk. Detik itu pula, anak-anak mulai bergerak. Bukan dengan langkah biasa, melainkan dengan semangat yang luar biasa.
Tahap pertama, mereka berlari dengan menunggangi push bike dengan melewati rintangan berkelok-kelok. Setelah itu, wajah-wajah menggemaskan tersebut melanjutkan dengan lari dengan melewati rintangan yang telah disediakan.
Duathlon Kids ini bukan hanya tentang memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, ajang ini merupakan cara inovatif Banyuwangi untuk menggali potensi atlet sejak dini. Sekaligus membentuk karakter atlet yang tangguh di masa depan.
Bupati Ipuk menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini anak-anak diajarkan tentang nilai-nilai sportivitas, keberanian, dan kerja keras. Bahkan, dapat mengurangi waktu anak untuk bermain gawai pintar atau gadget.
“Kami butuh support dari orang tua, dan pemerintah mengambil bagian dari ini untuk bisa memfasilitasi anak-anak kita yang suka atau hobi push bike,” ujarnya.
Menariknya, ajang ini juga dirancang keseruan berolahraga tanpa tekanan. Harapannya agar anak-anak di Banyuwangi gemar berolahraga dan muncul bibit-bibit atlet baru yang dapat mengharumkan nama Bumi Blambangan.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyerahkan piala kepada pemenang duathlon kids. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia)
“Sehingga hal ini menjadi bagian dari melatih tidak hanya fisik tapi juga motorik mereka,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua SART Junior Push Bike, Stifanus menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta merangkul Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI).
“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi upaya pembinaan atlet usia dini,” kata pria yang akrab disapa Ifan.
Acara diakhiri dengan penyerahan piala oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kepada para pemenang kompetisi Duathlon Kids. Harapannya, semangat dan antusiasme ini akan terus membara, melahirkan atlet-atlet andal dari Banyuwangi di masa depan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Duathlon Kids, Cara Inovatif Banyuwangi Gali Potensi Atlet Sejak Dini
Pewarta | : Syamsul Arifin |
Editor | : Deasy Mayasari |