TIMES Banyuwangi/Foto A. Ogoh-ogoh raja raksasa Narakasura yang tengah proses pewaranaan. (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia) Foto B. Narakasura masih dalam proses pembuatan di Bale Banjar Damayasa, Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. (

Masyarakat Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, bersiap menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 dengan arak-arakan ogoh-ogoh. Salah satu yang mencuri perhatian adalah ogoh-ogoh bertema Narakasura, raja raksasa dalam mito

TIMES Banyuwangi,Selasa 11 Maret 2025, 19:59 WIB
28.3K
A
Anggara Cahya

BANYUWANGIMasyarakat Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, bersiap menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1947 dengan arak-arakan ogoh-ogoh. Salah satu yang mencuri perhatian adalah ogoh-ogoh bertema Narakasura, raja raksasa dalam mitologi Hindu, yang akan diarak pada 28 Maret 2025.

Persiapan ini digarap serius oleh para pemuda Dusun Patoman Tengah. Mereka telah menghabiskan hampir tiga bulan untuk menyelesaikan ogoh-ogoh raksasa setinggi tiga meter di Bale Banjar Damayasa.

Menurut Demisioner Ketua Pemuda Patoman Tengah, Putu Ota, pembuatan ogoh-ogoh bukan sekadar seni, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.

Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang menggambarkan Bhuta Kala, simbol kekuatan alam dan waktu yang tak terbatas. Dalam tradisi Hindu, ogoh-ogoh mencerminkan sifat negatif manusia yang harus dimurnikan dalam prosesi Pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

article
Narakasura masih dalam proses pembuatan di Bale Banjar Damayasa, Dusun Patoman Tengah, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari.  (Foto : Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

Tema Narakasura dipilih karena ia merupakan sosok yang lahir dari Bhumi Devi (Dewi Bumi) dan Varaha, avatar Dewa Wisnu atau Krishna. Meski berasal dari dewa-dewi, Narakasura dikenal sebagai sosok angkuh, kejam, dan memiliki 16.108 istri.

“Filosofinya, seseorang bisa lahir dari orang baik tetapi tidak menjamin sifatnya baik. Ini menjadi pengingat bagi kita semua,” kata Putu Ota, Selasa (11/3/2025).

Selain Narakasura, pemuda Patoman Tengah juga menyiapkan enam ogoh-ogoh lainnya untuk meramaikan pawai. 

Arak-arakan ogoh-ogoh akan berlangsung pada 28 Maret 2025, melibatkan seluruh pemuda dan masyarakat Desa Patoman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Anggara Cahya
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.