Berita

[CEK FAKTA] Gelombang Panas Melanda Indonesia, Hindari Minum Air Es

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 16:22
[CEK FAKTA] Gelombang Panas Melanda Indonesia, Hindari Minum Air Es Informasi tentang gelombang panas melanda Indonesia dan disarankan agar menghindari minum air es.

TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Beredar informasi gelombang panas melanda Indonesia. Salah satu yang disarankan agar menghindari minum air es. Informasi tersebut beredar di WhatsApp hari ini, Sabtu (16/10/2021).

Dalam informasi yang beredar di grup WhatsApp itu disebutkan, gelombang panas terjadi di Indonesia dan beberapa negara lain, dengan suhu udara mencapai 40-50 derajat celcius. Warga diimbau tidak minum air es atau air dingin karena dapat menimbulkan pecah pembuluh darah. 

Berikut narasi lengkap yang beredar di WhatsApp:
Buat saudara ku yang baik
Siapkan diri menghadapi
Gelombang Panas 

Banyak Minum yaaa

Hindari minum ES

Minum seteguk demi seteguk jangan langsung 

Bisa sampai 40-50 derajat. 
Silahkan kondisikan tubuh. 

AWAS..!!!!!*
GELOMBANG PANAS 
KINI MELANDA NEGARA KITA
--------------------------------
Indonesia, Malaysia dan bbrp negara lain. saat ini sedang mengalami gelombang panas.

Apa tips yang harus dilakukan dan dihindari  simak ya

Harap perhatikan hal hal berikut ini:

1. Seorang teman dokter datang ke saya mengatakan, cuaca sangat panas. 
Di siang hari, bisa mencapai 40C.

Katanya:
”Pada 40 derajat, jangan Anda langsung minum air es! Pembuluh darah mikro bisa meledak. Seorang temannya, dari terkena terik matahari masuk ke rumah, mencuci kaki dengan air dingin. Pandangan mata jadi kabur, dia pun pingsan.

2. Suhu di beberapa tempat telah mncapai 38C atau lebih.
Dlm kondisi ini, jaga suhu tubuh agar lebih tinggi.
Bahaya ini tak hanya dari minum air es/dingin. Bahaya ini dapat terjadi bahkan sekedar mencuci tangan/muka/ kaki.
Anda tidak boleh menyiram/menyeka bagian tubuh yg panas terkena sengatan terik, dengan air dingin.
Anda membutuhkan sekitar 30 menit untuk membuat tubuh menjadi dingin sesuai suhu dalam ruangan.
Minumlah air hangat suam, 34-36 Celcius.

3. Seorang dokter di rumah sakit, memeriksa seorang pria yang sangat sehat. 3 tahun kemudian, dokter tsb bertemu pria itu lagi dalam kondisi stroke. 
Pria itu pun bercerita:

"Beberapa waktu lalu, hari amat panas. Setelah kembali ke rumah, agar cepat dingin, saya segera mandi air dingin. Lalu, saya tidak dapat menggerakkan rahang dengan benar. Segera saya panggil ambulans untuk membawaku ke rumah sakit.."

Ingat, terutama di hari yang panas, hindari air dingin karena akan menyebabkan kontraksi pembuluh darah yang cepat.

Yang di rumah ada anak kecil, harus memberi tahu pembantu dan seisi rumah tentang hal ini.


Akhir-akhir ini cuaca panas di atas normal
Walau mungkin kita rasa nyaman bila minum dingin.., namun, itu sangat berbahaya !
*
Hindari meneguk langsung minuman. Minumlah sedikit-demi sedikit, dengan perlahan

Tebarkan pesan ini ke keluarga-kerabat sekitar.
Ini bisa menyelamatkan nyawa!

Benarkah saat ini gelombang panas melanda Indonesia? 

cek fakta Gelombang Panas indonesiaSumber: Tangkapan layar WhatsApp

CEK FAKTA

Berdasarkan hasil penelusuran Cek Fakta TIMES Indonesia, klaim gelombang panas melanda Indonesia, tidak benar.  BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menegaskan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Dalam siaran persnya pada 15 Oktober 2021, BMKG menyatakan kondisi suhu panas dan terik saat ini tidak bisa dikatakan sebagai gelombang panas.

Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Urip Haryoko menjelaskan gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca (suhu) panas yang tidak biasa yang biasanya berlangsung setidaknya lima hari berturut-turut atau lebih (sesuai batasan Badan Meteorologi Dunia atau WMO) disertai oleh kelembapan udara yang tinggi. 

Untuk dianggap sebagai gelombang panas, lanjut dia, suatu lokasi harus mencatat suhu maksimum harian melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat celcius lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum, dan setidaknya telah berlangsung dalam lima hari berturut-turut. Apabila suhu maksimum tersebut terjadi dalam rentang rata-ratanya dan tidak berlangsung lama maka tidak dikatakan sebagai gelombang panas.

Dia mengatakan, gelombang panas umumnya terjadi berkaitan dengan berkembanganya pola cuaca sistem tekanan atmosfer tinggi di suatu area secara persisten dalam beberapa hari. Dalam sistem tekanan tinggi tersebut, terjadi pergerakan udara dari atmosfer bagian atas menuju permukaan (subsidensi) sehingga termampatkan dan suhunya meningkat. Pusat tekanan atmosfer tinggi ini menyulitkan aliran udara dari daerah lain masuk ke area tersebut. 

"Semakin lama sistem tekanan tinggi ini berkembang di suatu area, semakin meningkat panas di area tersebut, dan semakin sulit awan tumbuh di wilayah tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip TIMES Indonesia, Sabtu (16/10/2021).

Suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya. Demikian penjelasan Urip Haryoko.

Berdasarkan pantauan BMKG terhadap suhu maksimum di wilayah Indonesia, saat ini memang suhu tertinggi siang hari mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Tercatat suhu > 36 °C terjadi di Medan, Deli Serdang, Jatiwangi, dan Semarang pada catatan meteorologis tanggal 14 Oktober 2021. Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I, Medan yaitu 37,0 °C. Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan Oktober. 

Adapun peningkatan suhu maksimum dalam beberapa hari ini dapat disebabkan oleh beberapa hal.  Pertama, pada bulan Oktober, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali yaitu di bulan September/Oktober dan Februari/Maret, sehingga puncak suhu maksimum terasa di wilayah Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut.

Hal kedua, cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. Kondisi tersebut berkaitan dengan adanya Siklon Tropis KOMPASU di Laut Cina Selatan bagian utara yang menarik masa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan serta menjauhi wilayah Indonesia sehingga cuaca di wilayah Jawa cenderung menjadi lebih cerah - berawan dalam beberapa hari terakhir.

cek fakta Gelombang Panas indonesia 2Sumber: Tidak Benar Gelombang Panas Sedang Terjadi di Indonesia, BMKG Meminta Masyarakat Tidak Panik dan Tetap Waspada | BMKG

Sementara itu, mengenai minum air es dapat memecahkan pembuluh darah, dokter spesialis penyakit dalam Dr Ari Fahrial Syam Sp.PD-KGEH menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

Mengutip kompas.com, Ari menjelaskan, gangguan kesehatan yang umum terjadi dengan perbedaan suhu dan kelembapan udara adalah dehidrasi.

"Jika dehidrasi terus berlanjut disertai terpapar panas yang terus menerus, maka akan berlanjut menjadi heat stroke, suatu gangguan kesehatan yang bisa berakibat kematian," ujar Ari.

Adapun gejala awal seseorang terkena heat stroke, di antaranya mengalami keram otot, sakit kepala, rasa haus yang sangat, lelah tidak bersemangat, keringat berlebih, serta air seni yang berwarna keruh dan kuning.

"Gejala dan tanda awal ini harus dikenali oleh masyarakat dalam mengantisipasi cuaca panas saat ini di Indonesia," ujar Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu.

Ari menambahkan, heat stroke merupakan faktor penyebab utama seseorang meninggal saat terpapar dengan suhu panas tinggi dalam rentan waktu yang cukup lama.

Orang tua atau lanjut usia dan orang dengan riwayat penyakit kronis, seperti kencing manis, jantung, dan paru menjadi yang paling berisiko mengidap penyakit ini.

cek fakta Gelombang Panas indonesia 3Sumber: [HOAKS] Indonesia Alami Gelombang Panas dan Minum Air Es Picu Pecah Pembuluh Darah | Kompas

Kami menemukan informasi serupa pernah beredar pada tahun lalu.  Cek Fakta TIMES Indonesia pernah memeriksa klaim tersebut. 

cek fakta Gelombang Panas indonesia 4Sumber: [CEK FAKTA] Gelombang Panas Melanda Indonesia | TIMES Indonesia

Ada pula artikel yang dipublikasikan liputan6.com pada 14 November 2020. Artikel tersebut berjudul "Cek Fakta: Hoaks Gelombang Panas Melanda Indonesia, Simak Penjelasan BMKG".

cek fakta Gelombang Panas indonesia 5Sumber: Cek Fakta: Hoaks Gelombang Panas Melanda Indonesia, Simak Penjelasan BMKG | Liputan6

KESIMPULAN

Menurut hasil penelusuran tim Cek Fakta TIMES Indonesia, informasi gelombang panas melanda Indonesia, tidak benar. BMKG membantah hal tersebut. Perihal minum air es saat Indonesia dilanda gelombang panas, karena dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah, juga tidak benar.

Menurut misinformasi dan disinformasi yang dikategorikan First Draft, informasi tersebut termasuk dalam kategori Misleading Content (Konten yang Menyesatkan).

Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi. Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

----

Cek Fakta TIMES Indonesia

TIMES Indonesia adalah media online yang sudah terverifikasi faktual di Dewan Pers. Dalam kerja melakukan cek fakta, TIMES Indonesia juga bekerja sama dengan 23 media nasional dan lokal, untuk memverifikasi berbagai informasi hoaks yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA TIMES Indonesia di email: redaksi.timesmedia@gmail.com atau redaksi@timesindonesia.co.id (*)

Pewarta : Imadudin Muhammad
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.