https://banyuwangi.times.co.id/
Berita

Meski Turun, Produksi Perikanan Banyuwangi Sepanjang 2025 Tembus 89.495 Ton

Kamis, 08 Januari 2026 - 15:00
Meski Turun, Produksi Perikanan Banyuwangi Sepanjang 2025 Tembus 89.495 Ton Ilustrasi nelayan Banyuwangi saat di Pelabuhan. (FOTO: AI Image)

TIMES BANYUWANGI, BANYUWANGI – Produksi perikanan Kabupaten Banyuwangi sepanjang tahun 2025, tetap menunjukkan capaian signifikan. Meski menghadapi berbagai tantangan, total produksi perikanan Bumi Blambangan tercatat mencapai 89.495 ton, dengan nilai produksi menembus Rp1,81 triliun.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, menjelaskan bahwa capaian tersebut terdiri dari sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya.

Perikanan tangkap pada 2025 menghasilkan 58.849,10 ton dengan nilai Rp559,3 miliar, sementara perikanan budidaya menyumbang 30.646,44 ton dengan nilai mencapai Rp1,25 triliun.

“Memang terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor yang paling besar memengaruhi adalah perubahan iklim,” kata Suryono, Kamis (8/1/2026).

Suryono mengungkapkan, sepanjang 2025 kondisi cuaca ekstrem kerap terjadi, mulai dari gelombang laut tinggi, perbedaan suhu, hingga curah hujan yang meningkat.

Kondisi tersebut, membuat banyak nelayan memilih tidak melaut karena pertimbangan keselamatan dan keamanan kerja.

“Perubahan suhu laut juga memengaruhi pola migrasi ikan, sehingga hasil tangkapan ikut terdampkan. Cukup banyak nelayan yang akhirnya tidak melaut,” jelasnya.

Selain faktor iklim, Suryono menyebut degradasi lingkungan turut memberi pengaruh. Kerusakan terumbu karang serta masuknya air tawar dari muara ke laut akibat curah hujan tinggi, menyebabkan perubahan salinitas air yang berdampak pada ekosistem perairan.

Di sisi lain, Suryono juga menyinggung faktor overfishing alias penangkapan ikan berlebihan di wilayah tangkap yang sama. Namun demikian, pihaknya menegaskan bahwa faktor iklim tetap menjadi penyebab utama.

Pada sektor perikanan budidaya, tantangan lebih banyak dirasakan dari sisi biaya produksi, khususnya pakan. Kenaikan harga pakan tidak diikuti dengan peningkatan signifikan harga jual ikan hasil budidaya.

Sementara itu, komoditas udang juga menghadapi kendala pasar ekspor. Isu kandungan radioaktif Cesium-137 pada udang Indonesia pada 2025 berdampak pada penghentian sementara ekspor ke Amerika Serikat.

“Permintaan pasar ekspor menurun sehingga pelaku usaha mengurangi volume dan kapasitas produksinya. Sampai sekarang kondisi pasar belum sepenuhnya normal,” terang Suryono.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2024 produksi perikanan Banyuwangi tercatat lebih tinggi, yakni 107.204,48 ton. Rinciannya, perikanan tangkap mencapai 67.342,10 ton dengan nilai Rp 807,44 miliar, sedangkan perikanan budidaya sebesar 39.862,38 ton dengan nilai mencapai Rp 1,46 triliun.

Meski demikian, capaian tersebut menunjukkan sektor perikanan Banyuwangi masih tetap bertahan di tengah tekanan perubahan iklim, kondisi lingkungan, serta dinamika pasar global sepanjang tahun 2025.

Dinas Perikanan Banyuwangi di bawah komando Suryono Bintang Samudra, pun terus memantau perkembangan dan mendorong upaya adaptasi agar aktivitas perikanan tetap berjalan berkelanjutan. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.