TIMES Banyuwangi/Petugas Dispertan Banyuwangi sedang melakukan pengawasan disalah satu toko kebutuhan hewan. (Foto : Dispertan Banyuwangi For TIMES Indonesia)

Pemkab Banyuwangi, melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan), tengah memerangi penyalahgunaan obat hewan, agar tidak menjadi pemicu gangguan pada kesehatan hewan ternak termasuk manusia.

TIMES Banyuwangi,Jumat 6 Desember 2024, 20:07 WIB
19.3K
S
Syamsul Arifin

BanyuwangiPemkab Banyuwangi, melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan), tengah memerangi penyalahgunaan obat hewan, agar tidak menjadi pemicu gangguan pada kesehatan hewan ternak termasuk manusia.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh Nanang Sugiharto mengatakan, upaya dalam memerangi atau mengurangi penyalahgunaan obat hewan oleh oknum tidak bertanggung jawab itu, dilakukan dengan cara mengintensifkan pembinaan dan pengawasan terhadap peredaran obat hewan.

"Pengawasan ini memastikan obat hewan yang beredar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga mengurangi risiko penyalahgunaan dan dampak negatif lainnya," jelas Nanang, Jumat (6/12/2024).

Tak hanya itu, tujuan lain dari pengawasan peredaran obat hewan tersebut termasuk menciptakan sistem peternakan yang lebih sehat, aman bagi hewan dan juga manusia. Penggunaan obat hewan yang tidak tepat bisa membahayakan. 

“Resistensi, keracunan, hingga kematian hewan dapat terjadi akibat salah penggunaan obat,” tutur Nanang.

Bagi manusia, risiko lain seperti residu obat, resistensi bakteri, dan pencemaran lingkungan juga menjadi ancaman kesehatan serius jika peredaran tidak diawasi secara ketat.

Pengawasan dilakukan di poultry shop, pet shop, dan toko obat hewan di Banyuwangi.

Beberapa aspek yang diawasi oleh Dispertan diantaranya melihat dari segi perizinan penjualan, catatan pembelian dan penjualan obat hewan, serta tempat penyimpanan obat hewan.

Peningkatan pengawasan ini, Nanang menambahkan, sangat relevan dengan meningkatnya kebutuhan obat hewan seiring bertambahnya usaha peternakan di Banyuwangi.

Tak luput peningkatan itu, keberhasilan dari program Sapi Manak Setahun Sepisan (SMS Pisan).

“Penggunaan obat dalam peternakan hampir tidak bisa dihindari. Namun, harus dilakukan sesuai petunjuk dan tata laksana yang benar,” ujarnya.

Dispertan Banyuwangi berkomitmen, menekan risiko kerugian akibat penggunaan obat yang tidak sesuai.

Dengan pengawasan ini, kesehatan hewan dan masyarakat diharapkan lebih terjamin.

"Mari bersama-sama menjaga kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan melalui tata kelola obat yang baik," cetus Nanang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Yatimul Ainun

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.