TIMES Banyuwangi/Suasana saat tim Tagana memberikan edukasi mitigasi bencana di SDN 1 Alasmalang. (FOTO: Dinsos PPKB Banyuwangi for TIMES Indonesia).

Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) aktif memberikan edukasi mitigasi bencana kepada pelajar melalui program “Tagana Masuk Sekolah”.

TIMES Banyuwangi,Sabtu 26 April 2025, 17:16 WIB
7.8K
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGIDinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi melalui Taruna Siaga Bencana (Tagana) aktif memberikan edukasi mitigasi bencana kepada pelajar melalui program “Tagana Masuk Sekolah”.

Kegiatan tamasa edukasi kebencanaan atau Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kali ini digeber di SDN 1 Alasmalang, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, pada Sabtu (26/4/2025), yang diikuti oleh 316 siswa.

Kepala Dinsos PPKB Banyuwangi, Henik Setyorini, mengatakan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini, lima personel Tagana hadir untuk memberikan edukasi secara langsung kepada para siswa mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana seperti bencana banjir dan gempa bumi.

Menurut Henik, sapaan akrab Henik Setyorini, tim Tagana tidak hanya menyampaikan materi tentang potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, tetapi juga memberikan simulasi evakuasi gempa bumi agar para siswa dapat memahami langkah-langkah penyelamatan yang tepat.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak sejak dini memiliki pengetahuan dasar tentang mitigasi bencana. Hal ini penting agar mereka dapat bersikap tenang dan sigap saat menghadapi situasi darurat,” kata Henik, Sabtu (26/4/2025).

Sesi simulasi yang dipandu oleh tim Tagana berlangsung interaktif, dengan para siswa yang antusias mengikuti arahan dan latihan yang diberikan. Selain itu, pihak sekolah dan para guru juga dilibatkan untuk memahami peran mereka dalam memastikan keselamatan seluruh elemen sekolah.

Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari komitmen Dinsos PPKB Banyuwangi dalam membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana di kalangan masyarakat, terutama di lingkungan pendidikan.

“Edukasi kebencanaan ini tidak hanya membekali siswa, tetapi juga membantu guru dan tenaga pendidik untuk lebih siap menghadapi risiko bencana,” ujar Henik.

Program Tagana Masuk Sekolah direncanakan untuk terus berlanjut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran mitigasi bencana di kalangan pelajar.

Selain berjalan seiring dengan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), kegiatan ini juga dapat dilaksanakan berdasarkan permintaan dari pihak sekolah yang ingin memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa mereka.

Dengan fleksibilitas ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang terjangkau oleh program edukasi mitigasi bencana, sehingga budaya kesiapsiagaan dapat tertanam lebih luas di masyarakat Bumi Blambangan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.