Aksi Gejayan Memanggil 2024 membentangkan spanduk berisi tentang kritikan kepada Jokowi. (FOTO: Olivia Rianjani/TIMES Indonesia)

Massa Aksi Gejayan Memanggil tahun 2024 pada Senin (12/2/2024) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya ... ...

TIMES Banyuwangi,Senin 12 Februari 2024, 19:49 WIB
18.8K
O
Olivia Rianjani

YOGYAKARTAMassa Aksi Gejayan Memanggil tahun 2024 yang berlangsung di Persimpangan Jalan Gejayan/Affandi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (12/2/2024) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya sebelum pemilu 2024. Desakan itu disampaikan karena ada banyak dosa yang telah dilakukan Jokowi ketika memimpin Indonesia.

“Kami menuntut satu Jokowi harus turun, teman-teman dan aparat negara harus pastikan Jokowi turun sebelum masa jabatannya,” kata Sana Ulaili, Juru Bicara Demonstran disela-sela aksi, Senin (12/2/2024).

Menurutnya, dosa Jokowi yang paling terbaru adalah mengubah syarat calon presiden dan calon wakil presiden, menggunakan fasilitas negara untuk tujuan politik praktis putra mahkotanya, dan menggunakan bantuan sosial untuk kepentingan politik putranya yaitu Gibran Rakabuming Raka yang menjadi Cawapres berpasangan dengan Prabowo Subiyanto.

“Sikap dia (Jokowi) kalau kita biarkan seperti memberi karpet merah kepada oligarki. Oligarki tambang, oligarki kapitalis, kita tahu siapa, ya itu ada di 01, 02 dan 03,” sambung dengan tegas

Dirinya menegaskan, aksi ini tidak memihak satupun paslon pemilu 2024. “Kita tidak sedang kampanye 04, kita sedang tidak kampanye 05, tapi kita kampanyekan kritisan untuk menghukum sekeras-kerasnya Jokowi serta hukuman kepada pemimpin-pemimpin lain yang tamak kekuasaan,” paparnya.

Perwakilan WALHI DIY ditengah-tengah orasinya membeberkan bahwa terkhusus kasus Wadas hingga Rempang sampai saat ini masih belum tuntas.

“Semuanya dilanggar, demokrasi ini bukan untuk kebutuhan rakyat. Tidak ada satupun yang solidaritas disini termasuk Ganjar. Apabila beberapa pihak yang menganggap wadas tidak ada masalah itu omong kosong, selama bertahun-tahun kita menyampaikan aspirasi, tapi kita selalu disepelehkan. Harapan kedepan perlawanan masyarakat lebih terbantu,” bebernya.

Agar oligarki ini tidak terus berkuasa. Maka, ia mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk menumbangkan rezim Jokowi. “Maka satu kata, lawan!,” sambungnya diikuti massa lainnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Olivia Rianjani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Banyuwangi, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.