Berita

Inilah Risiko Jika Perempuan Malas Mandi

Sabtu, 24 Februari 2024 - 04:24
Inilah Risiko Jika Perempuan Malas Mandi Ilustrasi- Perempuan mandi (Foto: freepik/lifeforstock)

TIMES BANYUWANGI, JAKARTA – Dr. Jimmy Panji Wirawan Sp.OG, seorang pakar obstetri dan ginekologi di RSUD Tanjung Priok, Jakarta, menyoroti dampak buruk dari jarang mandi terhadap organ keperempuanan. Dalam seminar daring yang diadakan di Jakarta pada Jumat (23/2/2024), dia mengingatkan bahwa kebersihan merupakan kunci untuk mencegah risiko terjadinya keputihan abnormal pada Perempuan.

Menurut Dr. Jimmy, banyak pasien terutama remaja yang cenderung malas mandi, bahkan hanya mandi dua atau tiga hari sekali. Hal ini mungkin terlihat sepele, tetapi dapat meningkatkan risiko keputihan karena kuman dan bakteri dapat berkembang biak pada area yang tidak bersih.

"Banyak pasien terutama para remaja yang sudah masuk puber kadang-kadang malas mandi, bisa dua atau tiga hari sekali, itu hal kecil tapi bisa meningkatkan risiko keputihan karena kuncinya kebersihan," katanya .

Keputihan adalah kondisi yang umum dialami oleh Perempuan, terutama menjelang menstruasi, sesudah menstruasi, dan selama masa subur. Namun, Dr. Jimmy menekankan bahwa keputihan yang normal seharusnya tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak lebih kental dari biasanya. Keputihan yang berbau atau berwarna, kata beliau, seringkali merupakan tanda adanya masalah kesehatan.

"Keputihan itu normal dijumpai pada Perempuan. Keputihan yang berwarna, lebih kental dari biasanya, baunya beda itu biasanya abnormal," kata dia.

Untuk menjaga kesehatan organ kePerempuanan, Dr. Jimmy merekomendasikan agar Perempuan rutin mandi dan membersihkan organ kePerempuanannya setidaknya satu kali sehari dengan air bersih tanpa sabun. Penggunaan pantyliner setiap hari sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko keputihan. Begitu pula dengan penggunaan tisu beralkohol, pembalut dengan wewangian, dan celana dalam ketat.

Selain itu, dia menyarankan penggunaan bahan celana dalam yang lebih longgar dan nyaman, terutama yang terbuat dari katun. Perempuan juga disarankan untuk selalu mengganti pakaian jika berkeringat, karena lingkungan yang lembab dapat meningkatkan risiko keputihan.

Dr. Jimmy juga mengingatkan bahwa Perempuan lebih rentan mengalami keputihan saat hamil. Namun, jika keputihan yang muncul berbau atau berwarna, dia menyarankan Perempuan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan oleh dokter adalah langkah penting untuk memastikan kondisi kesehatan organ kePerempuanan.

Dalam kesimpulan, Dr. Jimmy menegaskan bahwa menjaga kebersihan organ kePerempuanan adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan Perempuan. Dengan melakukan langkah-langkah sederhana seperti rutin mandi, menggunakan pakaian yang nyaman, dan menghindari penggunaan produk berbahaya, Perempuan dapat menjaga kesehatan organ kePerempuanan mereka dan mencegah risiko terjadinya masalah kesehatan yang serius.(*)

Pewarta : Antara
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banyuwangi just now

Welcome to TIMES Banyuwangi

TIMES Banyuwangi is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.